mau tau rahasia memandang??
Assalamu’alaikum..
Mau tau ne rahasia dari memandang..? Memandang apa dulu..?
Kita bisa memandang apa pun yang kita suka, apabila nikmat mata telah Allah berikan pada kita. Tapi, banyak juga dari kita secara sadar atau tidak menyalahgunakan “mata untuk memandang” yang Allah berikan.
Bagaimana dengan memandang lawan jenis??
Misalnya neh,
Gi di jalan eh rupanya ngeliat sesosok wajah wanita nan ayu mempesona, para lelaki langsung deh ngeliatin, sampai ga berkedip, hingga sosok wajah itu menghilang di kejauhan.
Atau ada seorang lelaki yang tampan nan gagah, para wanita langsung juga melototin, tapi diem-diem jangan sampe ketauan gi melototi tu cowok, gengsi dong!!he..
Yah begitulah.. Fitrah manusia menyukai keindahan. Apabila ada sesuatu yang dirasa indah, maka pandangan rasanya tak mau lepas dari sesuatu yang indah itu.
Tapi…pa boleh tuh mandang-mandang gitu?
Kan rezeki tuh, bisa mandang yang cakep-cakaep?? Masa sih ga boleh..??
Emm..tapi nyatanya emang ga boleh!
“ Pandangan mata adalah anak panah beracun dari iblis. Siapa yang meninggalkannya karena takut pada Allah, maka Allah akan memberikan keimanan yang dirasakan kenikmatan dalam hati (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi).
Tuh, dari hadist jelas bahwa pandangan adalah anak panah beracun iblis, jadi harus dijaga, jangan sampai menjerumuskan bagi si pemandang tersebut. Pandangan bisa menimbulkan sesuatu yang bergejolak didalam hati, apabila tidak dijaga, lebih-lebih jika pandangan itu diikuti syahwat, jelas tidak dibolehkan!
“Dari mata turun ke hati” dari hati turun ke…??
Memang, semua berawal dari mata (memandang), hingga akhirnya seseorang bisa jatuh cinta, dengan jatuh cinta maka hidup pun akan berubah, kerinduan merajalela, dipikiran yang ada hanya si dia. Sehingga melalaikan semua tugas-tugas yang ada, yah begitulah cinta.. Pabila kerinduan diperturutkan, tanpa ada batasan-batasan, maka akan menyebabkan seseorang jatuh kedalam lubang kemaksiatan, apalagi hingga akhirnya sampai berbuat zina! Na’udzubillah..
”Jaminlah enam hal dari diri kalian kepada diriku, niscaya aku jamin surga bagi kalian, diantaranya: jujurlah jika kalian berbicara, penuhi jika kalian berjanji, tunaikan sesuatu yang diamanatkan pada kalian, jagalah kemaluan kalian, tundukkan pandangan kalian dan jagalah tangan kalian(dari berbuat dosa) “ (HR. Ahmad, Ibnu Abid-Dunya, Ibnu Hibban dan Hakim).
Bahkan Rasul saw. melarang kita duduk-duduk di pinggir jalan untuk sesuatu yang tidak perlu.
Rasulullah bersabda :”Hendaklah kalian tidak duduk dipinggir jalan”
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, jika kami tidak dapat meninggalkan tempat duduk dipinggir jalan untuk ngobrol, bagaimana?” Beliau bersabda :”Jika kalian sulit menghindari duduk dipinggir jalan, maka berikan hak jalan itu? Mereka bertanya :”Apakah hak jalan itu?” Beliau menjawab;” Yaitu menundukkan pandangan mata, mencegah aniaya, membalas salam, mengajak kepada kebaikan, dan mencegah dari kemungkaran”
Karena itu, mari kita menjaga mata kita, jangan sampai membawa mudharat bagi kita. Tundukkan pandangan bukan berarti setiap sedang berjalan harus nunduk terus, kalo gitu mah tabrak tembok ntar, tapi menundukkan pandangan itu berarti menjaga pandangan(mata) kita dari melihat sesuatu yang tidak diperbolehkan, apalagi sampai menimbulkan syahwat. Wallahu’alam bishawab.
Mau tau ne rahasia dari memandang..? Memandang apa dulu..?
Kita bisa memandang apa pun yang kita suka, apabila nikmat mata telah Allah berikan pada kita. Tapi, banyak juga dari kita secara sadar atau tidak menyalahgunakan “mata untuk memandang” yang Allah berikan.
Bagaimana dengan memandang lawan jenis??
Misalnya neh,
Gi di jalan eh rupanya ngeliat sesosok wajah wanita nan ayu mempesona, para lelaki langsung deh ngeliatin, sampai ga berkedip, hingga sosok wajah itu menghilang di kejauhan.
Atau ada seorang lelaki yang tampan nan gagah, para wanita langsung juga melototin, tapi diem-diem jangan sampe ketauan gi melototi tu cowok, gengsi dong!!he..
Yah begitulah.. Fitrah manusia menyukai keindahan. Apabila ada sesuatu yang dirasa indah, maka pandangan rasanya tak mau lepas dari sesuatu yang indah itu.
Tapi…pa boleh tuh mandang-mandang gitu?
Kan rezeki tuh, bisa mandang yang cakep-cakaep?? Masa sih ga boleh..??
Emm..tapi nyatanya emang ga boleh!
“ Pandangan mata adalah anak panah beracun dari iblis. Siapa yang meninggalkannya karena takut pada Allah, maka Allah akan memberikan keimanan yang dirasakan kenikmatan dalam hati (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi).
Tuh, dari hadist jelas bahwa pandangan adalah anak panah beracun iblis, jadi harus dijaga, jangan sampai menjerumuskan bagi si pemandang tersebut. Pandangan bisa menimbulkan sesuatu yang bergejolak didalam hati, apabila tidak dijaga, lebih-lebih jika pandangan itu diikuti syahwat, jelas tidak dibolehkan!
“Dari mata turun ke hati” dari hati turun ke…??
Memang, semua berawal dari mata (memandang), hingga akhirnya seseorang bisa jatuh cinta, dengan jatuh cinta maka hidup pun akan berubah, kerinduan merajalela, dipikiran yang ada hanya si dia. Sehingga melalaikan semua tugas-tugas yang ada, yah begitulah cinta.. Pabila kerinduan diperturutkan, tanpa ada batasan-batasan, maka akan menyebabkan seseorang jatuh kedalam lubang kemaksiatan, apalagi hingga akhirnya sampai berbuat zina! Na’udzubillah..
”Jaminlah enam hal dari diri kalian kepada diriku, niscaya aku jamin surga bagi kalian, diantaranya: jujurlah jika kalian berbicara, penuhi jika kalian berjanji, tunaikan sesuatu yang diamanatkan pada kalian, jagalah kemaluan kalian, tundukkan pandangan kalian dan jagalah tangan kalian(dari berbuat dosa) “ (HR. Ahmad, Ibnu Abid-Dunya, Ibnu Hibban dan Hakim).
Bahkan Rasul saw. melarang kita duduk-duduk di pinggir jalan untuk sesuatu yang tidak perlu.
Rasulullah bersabda :”Hendaklah kalian tidak duduk dipinggir jalan”
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, jika kami tidak dapat meninggalkan tempat duduk dipinggir jalan untuk ngobrol, bagaimana?” Beliau bersabda :”Jika kalian sulit menghindari duduk dipinggir jalan, maka berikan hak jalan itu? Mereka bertanya :”Apakah hak jalan itu?” Beliau menjawab;” Yaitu menundukkan pandangan mata, mencegah aniaya, membalas salam, mengajak kepada kebaikan, dan mencegah dari kemungkaran”
Karena itu, mari kita menjaga mata kita, jangan sampai membawa mudharat bagi kita. Tundukkan pandangan bukan berarti setiap sedang berjalan harus nunduk terus, kalo gitu mah tabrak tembok ntar, tapi menundukkan pandangan itu berarti menjaga pandangan(mata) kita dari melihat sesuatu yang tidak diperbolehkan, apalagi sampai menimbulkan syahwat. Wallahu’alam bishawab.

